Restoran Halal di Tokyo

10 comments:
Ada setidaknya 5 restoran halal yang saya ingin kunjungi saat di Tokyo. Tetapi saya hanya dapat mengunjungi 2 restoran di bawah ini karena saya keseringan sudah feeling full oleh minum (FYI, saat saya kesana sedang 39 derajat celcius) atau restoran yang saya mau itu terlalu jauh dari tempat saya berada saat saya akhirnya merasa lapar. Ada sushi, ramen dan okonomiyaki restoran yang saya ingin kunjungi tapi well, gag kesampaian hiks. Jadi, most of the time saya ga tau makanan yang saya makan halal apa gag di Jepang ahahahaha

Berikut adalah 2 restoran halal yang saya sempat kunjungi:

1. Yoshiya
Shinjuku Metro Restaurant Floor B1F, 1-1-2 Nishishinjuku , Shinjuku-ku, Tokyo 160-0023

Saya disangka mahasiswa di sini oleh manager restaurantnya hehehehe aamiin ya Allah s2 di Jepang. Manager tersebut juga meminta saya berpose di hpnya. Saya rasa sih mau dipublish di social media Yoshiya karena ada tamu dari Indonesia ahahahhahahaha 

Restaurantnya laris banget loh padahal saya sampai sana jam 2 siang tapi customer masih keluar-masuk restoran. Gag khawatir berarti masalah rasa!

Untuk harga standard lah ya secara di Jepang emang mahal-mahal ahahahhaha air aqua aja di vending machine 13.000 :(

Lokasinya prime di stasiun Shinjuku keluar lewat west exitnya. Jadi sehabis makan siang bisa langsung explore Shinjuku sampai malam hari.



photo sign_zpsqaqyukse.png

The Access Narita - Cara paling murah dari narita airport ke pusat kota Tokyo

No comments:
Narita Airport, Sebelumnya dikenal dengan nama New Tokyo International Airport, berlokasi di kota Narita di Chiba Prefecture, sekitar 60 kilometer keluar dari Tokyo. Airport ini berisi 3 bangunan terminal utama: terminal 1, terminal 2 dan terminal 3. Terminal 1 dan 2 masing masing mempunyai stasiun kereta api di bagian basement bangunan terminal. Terminal 3 melayani maskapai berbiaya rendah dan dikoneksikan dengan Terminal 2 dengan jalur pejalan kaki (pedestrian walkway).

Apabila kamu membawa bagasi yang banyak, sangat saya sarankan untuk naik bis saja dari bandara. Naik bis sangatlah nyaman, kamu tidak perlu repot berganti kereta dan membawa barang karena barang-barang kamu akan diurus oleh orang bisnya sampai tujuan. Jadi sangat praktis. Naik bis juga saya sarankan kepada orang yang belum pernah ke Tokyo atau Jepang sebelumnya, karena bis bandara tujuannya bermacam-macam jadi kamu bisa memilih tujuan kamu secara spesifik tanpa harus bingung berganti alat transportasi.

Untuk orang yang baru pertama kali ke Tokyo, Tokyo akan sangat membingungkan. Narita yang begitu jauh dari pusat kota makin akan membuat kamu kewalahan. Sebagai perbandingan dari Soekarno Hatta ke bundaran HI itu 30 km, setengah jarak dari Narita ke Tokyo Station. Saking terpencilnya dari gemerlap ibu kota, hal yang pertama kalian lihat saat mendarat di narita adalah sawah. 

iya itu sawah
Ada banyak akses yang dapat dipilih dari narita ke pusat kota Tokyo.
mahal-mahal T-T
Yang paling murah dan nyaman adalah dengan menggunakan The Access Narita - yang mana akan mengantarkan kamu ke Tokyo station untuk akses tercepat menggunakan JR lines atau ke Ginza station yang mana kamu akan naik subway. Harganya hanya 1.000 yen untuk penumpang dewasa dan 500 yen untuk anak kecil. 

The Access Narita lebih mudah digunakan karena kita hanya perlu membayar cash ke supir bus tanpa harus membeli tiket dahulu seperti Tokyo shuttle dan harganya paling murah dibanding Tokyo shuttle dan Narita Limousine bus. Kamu hanya perlu mengantri di depan halte The Access Narita, lalu nanti ada petugas yang akan membantu menaikkan kopermu ke bagasi. Oh iya bus nya ada wifii dan kamar mandinya loh. 

Kalau kamu dr terminal 2, maka halte nomer 19 adalah halte yang paling dekat dengan kamu.
antri yang rapih
petunjuk yang amat sangat berguna (kalau kamu ngerti bahasa jepang)

photo sign_zpsqaqyukse.png

Asagaya feels like home - Smile Hotel Tokyo Asagaya review

6 comments:
Home is a place your feet may leave but your heart will always be -anon
Quotes ini pas banget menggambarkan Asagaya-Tokyo. Asagaya (阿佐ヶ谷) adalah area pemukiman penduduk yang berlokasi di Suginami Distrik. Akses utama ke Asagaya adalah melalui Chūō-Sōbu Line, 12 menit dari stasiun Shinjuku atau kurang lebih 30 menit dari tokyo station.


Tiga malam saya habiskan di kereta menunggu-nunggu announcer di dalam kereta memberikan aba-aba bahwa saya sudah sampai di Asagaya station. Malam pertama saya khawatir takut kelewatan, malam kedua saya sudah tahu patokan dimana stasiun yang saya harus bersiap-siap untuk turun dan malam terakhir saya sudah tau kapan saya harus turun seakan badan saya telah sukses mengingat dimana Asagaya berada. 
Ada rasa sedih ketika turun di stasiun Asagaya malam itu, saya tak akan mendengarkan kata "Asagaya" lagi di dalam hidup saya (kecuali ada rejeki lebih bisa ke Jepang lagi amin). Mengapa ketika saya telah familiar dengannya, saya harus pergi meninggalkannya. Mengapa Asagaya begitu hening dan damai sehingga membuat saya jatuh cinta? Setelah meng-explore pusat kota Tokyo, pulang ke Asagaya seperti pulang ke rumah saat pulang kantor di malam hari.
Asagaya Tanabata Matsuri Festival
Smile hotel Asagaya menjadi tempat yang saya pilih untuk bermalam di liburan saya ke Jepang minggu lalu. Kamarnya tak begitu luas tetapi fasilitasnya lengkap. Karyawannya yang super ramah terutama juru masak yang selalu membuatkan saya sarapan setiap pagi membuat saya sangat menyukai hotel ini. Ibu ini barangkali seumuran dengan ibu saya. Setiap pagi selalu tersenyum menyambut saya dan membuatkan 1 set bento yang lezat untuk saya. 


photo sign_zpsqaqyukse.png